0

Soal Partai Pak SBY Sandi Tepis Tudingan Waketum Gerindra

Bandaronline-seo Soal Partai Pak SBY Sandi Tepis Tudingan Waketum Gerindra, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga S Uno meyakini Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mengusungnya di Pilpres 2019 masih solid. Pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu menegaskan, tidak ada perpecahan dalam koalisi partai politik pendukungnya.

“Kami sangat solid dan sudah dikonfirmasi para sekjen (parpol) bahwa Koalisi Indonesia Adil dan Makmur solid,” kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Minggu (12/5) ini.

Pernyataan Sandi itu untuk menepis tuduhan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut Partai Demokrat (PD) tak serius memenangkan duet bernomor urut 02 itu. Arief sebelumnya meminta partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY itu meninggalkan koalisi pendukung Prabowo – Sandi.

AGEN DOMINO

Sandiaga Uno pun menepis pernyataan Arief. Mantan wakil gubernur DKI itu juga mengkritik tudingan Arief terhadap “Ungkapan seperti itu ialah ungkapan yang bertentangan dengan spirit kebersamaan,” ungkap dia.

Sandiaga juga membantah anggapan yang menyebut PD tak diuntungkan dengan mengusung Prabowo di Pilpres 2019. Menurutnya, semua parpol pengusung Prabowo – Sandi memperoleh keuntungan politik.

“Insyaallah kami sama-sama berharap kesolidan koalisi kami dalam pilpres kemarin mendatangkan keberuntungan bagi seluruh anggota koalisi, karena kami berjuang bersama,” pungkas dia

0

Tips Puasa Tetap Lancar Meski Harus Cabut Gigi

BandarOnline – Penyakit gusi bisa membuat gigi goyang atau rusak sehingga harus dicabut. Dalam kebanyakan kasus, gigi harus dicabut sesegera mungkin. Ini supaya infeksi tidak menyebar terlalu jauh. Gigi rusak yang tak segera dicabut juga bisa menyebabkan komplikasi serius. Maka, mungkin saja dokter gigi menyarankan Anda untuk cabut gigi saat puasa.

Lalu, mungkinkah tetap menjalani ibadah puasa kalau Anda harus ke dokter untuk cabut gigi? Jawabannya sederhananya, mungkin saja. Namun, jangan lupa perhatikan beberapa hal berikut ini.

Yang harus dilakukan setelah cabut gigi saat puasa

Sebelum Anda cabut gigi, dokter akan memberikan bius lokal. Bius ini hanya akan membuat area mulut Anda mati rasa, yang berarti Anda tak akan hilang kesadaran (pingsan). Setelah gigi dicabut, Anda mungkin merasakan nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah perdarahan setelah cabut gigi saat puasa, ini lima tipsnya.

 

1. Kompres dingin

Untuk menghentikan perdarahan dan meredakan nyeri, kompres pipi Anda di sisi yang giginya baru saja dicabut dengan es. Namun, jangan langsung menempelkan es ke kulit, gusi, atau gigi. Bungkus es batu dengan kain lembut dan tempelkan beberapa kali sehari. Anda juga bisa membasahi kain dengan air dingin untuk mengompres pipi.

2. Kumur air garam

Berkumur dengan air garam bisa mempercepat perbaikan jaringan gusi yang kena infeksi. Selain itu, air garam juga bisa membantu redakan nyeri. Larutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian kumur-kumur di mulut selama kira-kira tiga puluh detik. Kemudian buang airnya, jangan ditelan. Ulangi beberapa kali sehari sampai rasa sakitnya cukup mereda.

3. Istirahat

Setelah Anda cabut gigi, sebaiknya hindari dulu aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga. Pasalnya, olahraga setelah cabut gigi bisa memicu perdarahan. Sebaiknya pastikan Anda cukup beristirahat. Ketika Anda beristirahat, tubuh jadi bisa fokus berjuang melawan infeksi dan memulihkan diri secara alami. Beristirahat juga bisa membuat Anda lebih rileks sehingga gusi Anda tak begitu nyeri lagi.

4. Rajin ganti kapas

Kalau dokter memberikan kapas untuk mengganjal gusi atau menahan perdarahan, jangan biarkan terlalu lama di mulut. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri yang akan bikin sakitnya tambah parah. Kalau sudah sangat basah atau lembap, segera ganti yang baru atau biarkan saja gigi Anda tanpa kapas. Namun, ingatlah untuk tidak menjilat atau menyenggol bagian yang sakit dengan lidah Anda.

5. Mengonsumsi makanan yang mempercepat pemulihan

Ketika tiba waktunya berbuka atau sahur, pilih menu yang mudah ditelan seperti sup atau bubur. Ini supaya mulut Anda tak perlu bekerja terlalu keras. Supaya nyeri dan perdarahan cepat reda, sebaiknya pilih menu yang mengandung nutrisi penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Makanan yang kaya akan vitamin K, vitamin B kompleks, dan zat besi baik untuk mencegah perdarahan dan mempercepat perbaikan jaringan. Sumber nutrisi-nutrisi tersebut antara lain bayam, ikan, dan yogurt. Selain itu, jangan lupa banyak minum air saat berbuka dan sahur.

Yang harus diperhatikan setelah cabut gigi

Ikuti saran dokter gigi Anda untuk perawatan terbaik setelah cabut gigi saat puasa. Pasalnya, reaksi tubuh dan derajat keseriusan penyakit setiap orang berbeda-beda. Anda mungkin saja mengalami infeksi gusi parah sehingga mau tak mau harus minum obat pereda nyeri. Atau terjadi perdarahan hebat setelah gigi dicabut, yang berarti Anda harus minum obat untuk menghentikan perdarahan.

Bila perdarahan tak kunjung berhenti atau Anda demam, segera cari layanan kesehatan darurat atau hubungi dokter gigi Anda.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Penyakit yang Sering Timbul Saat Puasa dan Tips Mencegahnya

BandarOnline – Selama berpuasa, tubuh Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu. Organ tubuh pun mengalami perubahan sehingga memicu sejumlah masalah kesehatan yang biasanya muncul saat puasa.

“Penyakit” ini biasanya tidak membahayakan kesehatan, tapi dampaknya mungkin lebih besar bagi orang yang sebelumnya telah memiliki masalah kesehatan tertentu.

Kira-kira, apa saja ya, masalah kesehatan yang mungkin muncul saat puasa?

Masalah kesehatan yang sering muncul saat bulan puasa

Tidak adanya asupan energi, nutrisi, dan cairan selama puasa dapat memicu timbulnya masalah kesehatan sebagai berikut:

1. Dehidrasi

Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul saat seseorang puasa adalah dehidrasi. Kehilangan cairan selama berpuasa dapat menyebabkan dehidrasi ringan.

Gejala utamanya adalah warna urine yang pekat, lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena minum air saat berbuka puasa akan mengembalikan cairan tubuh yang hilang seperti semula.

Dehidrasi sebenarnya dapat diatasi dengan mencukupi kebutuhan cairan harian. Minumlah 8 gelas air sehari, pada waktu sahur, berbuka, sebelum tarawih, dan sebelum tidur.

2. Heartburn

Heartburn adalah rasa tidak nyaman pada perut bagian atas akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala masalah kesehatan pencernaan yang timbul akibat beberapa penyebab, terutama saat puasa.

Penderita masalah pencernaan seperti maag dan dispepsia adalah yang paling rentan mengalami heartburn.

Pada orang yang aman-aman saja pencernaannya, heartburn dapat terjadi akibat peningkatan asam lambung atau terganggunya fungsi katup yang membatasi lambung dan kerongkongan.

Anda dapat mencegah heartburn dengan membatasi jenis makanan yang memicu produksi asam lambung.

Beberapa di antaranya adalah makanan  yang digoreng dengan minyak banyak, tinggi gula, pedas, asam, atau terlalu berminyak. Batasi pula makanan yang banyak menggunakan bawang serta minuman berkafein.

3. Pusing

Pusing adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul saat puasa. Penyebab pusing saat puasa biasanya berasal dari dehidrasi, rasa lapar, atau jam tidur yang kurang karena harus bangun sahur.

Beberapa orang juga dapat mengalami pusing yang lebih parah akibat paparan dari lingkungan luar.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pusing saat puasa. Salah satunya adalah dengan makan makanan dan air yang cukup setiap kali sahur dan berbuka.

Hindari panas-panasan di bawah terik matahari, berada di lingkungan yang suhunya panas, atau pemicu lainnya. Bila gejala sudah dirasakan sejak saat sahur, minum obat pereda pusing dapat membantu.

4. Sembelit

Kurangnya asupan air selama puasa mengakibatkan feses pada usus besar menjadi lebih padat. Akibatnya, Anda mengalami sembelit dan kesulitan buang air besar.

Sembelit bahkan dapat bertambah parah bila Anda jarang mengonsumsi serat saat sahur dan berbuka.

Anda dapat mencegah salah satu masalah kesehatan saat puasa ini dengan memperbaiki pola makan. Perbanyak konsumsi serat dan minum air saat sahur dan berbuka puasa.

Anda juga harus menjaga tubuh tetap aktif agar kerja pencernaan senantiasa lancar.

5. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Satu lagi masalah kesehatan yang sering terjadi saat puasa adalah hipoglikemia. Kondisi terjadi tubuh kehabisan gula sebagai sumber energi utamanya.

Kondisi ini mungkin tidak berbahaya bagi orang yang sehat, tapi akibatnya bisa fatal bagi para penderita diabetes.

Gejala utama hipoglikemia adalah kepala berkunang-kunang, tubuh gemetar, dan berkeringat. Gejala ini harus segera ditangani dengan obat atau dengan mengonsumsi minuman mengandung gula.

Hipoglikemia berkepanjangan dapat mengakibatkan pingsan, koma, hingga kematian.

Sebenarnya beberapa masalah kesehatan yang muncul saat puasa merupakan mekanisme yang lazim terjadi ketika tubuh kekurangan nutrisi dan cairan.

Kondisi tubuh Anda akan kembali normal setelah makan dan minum saat berbuka puasa.

Meski demikian, ada masalah kesehatan tertentu dengan gejala yang tidak boleh diabaikan. Segeralah membatalkan puasa Anda, minumlah obat yang dibutuhkan, dan periksakan diri Anda ke dokter untuk mencegah dampak yang lebih serius.

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Sebab Munculnya Sensasi Panas di Tenggorokan

BandarOnline – Pernahkah Anda mengalami tenggorokan panas seolah seperti terbakar? Sebagian besar kasus ini biasanya dikarenakan Anda baru saja mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas. Namun di samping itu, rasa tidak nyaman di tenggorokan ini juga bisa menjadi gejala dari suatu kondisi kesehatan tertentu. Memangnya, apa saja penyakit yang ditandai dengan munculnya sensasi panas dan terbakar pada tenggorokan?

Apakah kondisi tenggorokan panas itu berbahaya?

Berikut adalah kondisi kesehatan yang umumnya identik mengakibatkan tenggorokan panas.

1. Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung

GERD atau refluks asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung, yang seharusnya berada di lambung, justru naik ke kerongkongan bahkan hingga mencapai tenggorokan. Akibatnya, muncul sensasi panas dan terbakar di sepanjang dada Anda.

Kondisi ini dapat terjadi ketika katup yang terdapat di kerongkongan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Itu sebabnya, gas dan asam lambung bisa kembali naik ke atas. Terkadang, Anda mungkin juga menyadari rasa asam atau pahit pada mulut.

Tanda lain yang turut menyertai GERD yani kesulitan saat menelan, sakit dada, suara serak, batuk, hingga sakit tenggorokan. Kesemua hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika Anda berada dalam posisi berbaring.

2. Postnasal drip

Hidung dan tenggorokan memiliki lendir khusus yang bertugas membantu agar kelembaban di dalamnya tetap terjaga sekaligus mencegah kekeringan. Sayangnya, jumlah lendir yang ada di hidung dan tenggorokan bisa melebihi normalnya sehingga muncul sensasi seperti lendir berada di belakang tenggorokan.

Hal ini akan dengan mudah membuat Anda merasa tenggorokan panas karena ada sesuatu yang tertahan di dalamnya. Mudahnya, coba amati berbagai gejala yang biasanya muncul bersamaan seperti batuk kering atau berdahak, hidung berair, suara serak, sulit menelan, dan bau mulut.

Alergi terhadap suatu bedan atau bahan, serta suhu cuaca yang terlalu dingin bisa membuat Anda mengalami postnasal drip.

3. Sindrom mulut panas

Sesuai dengan namanya, sindrom mulut panas adalah istilah medis yang menggambarkan sensasi terbakar di seluruh bagian mulut. Meliputi bibir, gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Tidak menutup kemungkinan, sensasi panas ini bisa menjalar hingga ke tenggorokan.

Kebanyakan orang mengeluhkannya seperti ada air panas yang menyiram tenggorokan. Padahal, penyebabnya mungkin saja karena adanya masalah pada saraf maupun kondisi mulut yang kering terasa seperti logam. Kondisi ini biasanya semakin diperjelas dengan tambahan rasa haus yang tidak biasa dan kehilangan selera untuk menyantap makanan dan minuman.

4. Infeksi virus

Hampir semua orang umumnya pernah terserang infeksi virus yang mengakibatkan tenggorokan sakit, gatal, serta terasa seperti terbakar. Terlebih ketika menelan makanan dan minuman, maka rasa mengganggu di tenggorokan bisa semakin parah.

Sebagian besar kasus infeksi virus biasanya akan berujung pada serangan flu, pilek, batuk, bahkan radang tenggorokan. Kalau sudah begini, nantinya Anda juga bisa mengalami demam tinggi, pegal-pegal di sekujur tubuh, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

5. Abses peritonsil

Masalah radang tenggorokan yang tidak segera diobati, dapat menimbulkan komplikasi berupa abses peritonsil. Abses peritonsil adalah infeksi bakteri yang ditandai dengan munculnya benjolan berisi nanah di dekat amandel (tonsil) Anda.

Oleh karena itu, lama-lama tenggorokan akan mengalami pembengkakan disertai dengan munculnya rasa sakit. Jika abses peritonsil berkembang semakin parah, maka bisa mengganggu proses pernapasan Anda. Di samping itu, gejala lain yang turut menyertai yakni kesulitan membuka mulut terlalu lebar, sakit saat menelan, demam, tubuh panas dingin, sakit kepala, serta leher yang membengkak.

Bagaimana cara mengobatinya?

Saat tenggorokan tiba-tiba terasa panas dan sakit, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengobatinya, seperti:

  • Kumur dengan laruta air garam
  • Makan permen pelega tenggorokan
  • Konsumsi minuman atau makanan yang hangat maupun dingin. Misalnya teh, sup, es krim, puding
  • Gunakan humidifier sebagai penambah kelembaban di  udara, guna mencegah tenggorokan terasa kering
  • Pastikan Anda minum banyak cairan

Apabila gejala tidak mereda dengan tindakan tersebut, segera konsultasikan dengan dokter lebih lanjut untuk dicari apa penyebab dari tenggorokan yang terasa panas tersebut.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU