0

Tips Menjalin Hubungan Dengan Pasangan yang Usianya Terpaut Jauh

BandarOnline – Kesenjangan usia bukan hambatan untuk menjalin cinta. Namun kadang, ego salah satu pihak bisa ingin menang sendiri dengan mengatasnamakan “Aku kan lebih tua dari kamu”. Nah agar tidak terus-terusan berbuah cekcok yang tidak diinginkan, simak tips pacaran sehat berikut ini jika si pasangan beda usia cukup jauh dengan Anda.

 

Menjalin cinta dengan pasangan beda usia yang cukup jauh?

 

1. Bersikap dewasa dan hadapi dengan sabar

Menjalani hubungan asmara dengan pasangan beda usia itu butuh kerja sama dan kedewasaan dari kedua belah pihak. Dewasa di sini bukan berarti berpatokan pada siapa yang usianya lebih tua dan siapa yang lebih muda.

Kedewasaan adalah kemampuan untuk merespons situasi dan kondisi tertentu dengan cara yang tepat. Kedewasaan juga mencakup kemampuan untuk mengetahui bagaiaman seharusnya kita bertindak di satu situasi tertentu, dan kapan waktu yang tepat untuk bertindak sesuai dengan keadaan.

Jadi, belum tentu seseorang yang lebih tua daripada Anda akan lebih dewasa dalam bersikap. Bisa jadi malah sebaliknya. Jika Anda merasa pasangan cenderung bersikap kekanakan, Andalah yang harus menghadapinya secara dewasa. Jangan malah meledak marah yang tidak jelas juntrungannya.

Begini contoh lainnya: Jangan selalu mengandalkan pasangan untuk memahami Anda. Anda juga perlu mendengarkan sungguh-sungguh ketika pasangan sedang berkeluh kesah dan membuka dirinya. Ia mungkin sedang berada dalam masa paling rapuhnya dengan mencoba jujur dengan Anda tanpa malu-malu, jadi dengarkanlah dirinya dan tawarkan solusi jika diminta.

Berpacaran dengan seseorang yang lebih tua atau lebih muda memungkinkan Anda mendengar kisah-kisah, referensi budaya, dan wawasan mereka yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya, yang semuanya dapat mengarah pada diskusi hebat dan bahkan keintiman yang lebih hangat.

 

2. Terima perbedaan dan saling menghargai

Usia yang terlampau jauh bisa tembok penghalang antara Anda dan pasangan. Anda pasti menyadarinya dari obrolan sehari-hari, mulai dari musik, film, dan buku kesukaan, hingga cara berpikir. Jika Anda menganggap bahwa perbedaan tersebut adalah suatu masalah sehingga tidak ada yang mau mengalah, ini bisa membuat hubungan jadi ruwet dan tidak akan bertahan lama.

Sebaliknya, jika Anda menganggap perbedaan tersebut adalah hal menarik yang bisa digali dan dibahas bersama, komunikasi Anda dengan pasangan akan semakin meningkat. Ingat, membangun komunikasi yang baik akan membuat Anda semakin dekat dan hubungan jadi semakin langgeng.

 

3. Terbuka dan saling menyesuaikan

Menjalani hubungan dengan pasangan beda usia, pasti ada saja “batuan kerikil” alias masalah yang menghadang. Misalnya, restu keluarga, komitmen di masa depan, masalah kesehatan terkait usia, dan penampilan. Masalah yang silih berganti tersebut, bisa saja membuat Anda stres dan frustrasi.

Tanpa dibicarakan, masalah akan terus bertambah dan bisa memperkeruh suasana hati. Hal ini tentu sulit bagi Anda dan pasangan untuk membangun suasana yang romantis.

Lagi dan lagi, cara yang harus Anda dan pasangan lakukan adalah berkomunikasi. Cobalah untuk membuka diri Anda. Bicarakan masalah yang Anda hadapi dengan kepala dingin, hati yang tenang, dan bahasa yang lembut.

Pasangan tentu akan tahu apa yang Anda rasakan dan membantu Anda mencari solusinya bersama. Selain itu, Anda dan pasangan harus saling menyesuaikan supaya komunikasi tetap nyambung dan terus terjalin.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Tips Menghadapi Pasangan Narsis yang Pentingin Dirinya Sendiri

BandarOnline – Setiap orang memiliki karakteristik yang unik, begitu pun pasangan Anda. Namun, bagaimana jika pasangan Anda memiliki karakter yang narsis? Menghadapi pasangan narsis nyatanya membutuhkan trik tersendiri agar tidak mengurangi kebahagiaan Anda.

Seseorang yang narsis biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah, tidak mau menerima kritik, serta tidak memiliki empati terhadap orang lain. Ketiga karakter ini dapat mengganggu keharmonisan hubungan bila tidak disikapi dengan baik.

 

Cara menghadapi pasangan yang narsis

Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan saat berhadapan dengan pasangan yang narsis:

 

1. Berpikir secara objektif saat terjadi konflik

Sebagian besar orang yang narsis cenderung tidak ingin mengakui kesalahannya, bahkan melemparkannya kepada orang lain.

Hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hubungan, terutama saat terjadi konflik yang melibatkan Anda dan pasangan.

Jangan biarkan rasa bersalah menguasai diri Anda. Terlebih jika kesalahan yang dituduhkan kepada Anda tidaklah benar. Dengan begitu, Anda dapat berpikir secara objektif dan mengambil keputusan yang tepat saat terjadi konflik.

 

2. Tentukan batasan dalam hubungan

Ketika menghadapi pasangan yang narsis, Anda harus tegas saat menentukan batasan tertentu dalam hubungan.

Misalnya, jelaskan perilaku atau kata-kata apa saja yang tidak Anda sukai yang dapat memicu konflik antara Anda berdua.

Jelaskan pula bahwa terdapat konsekuensi saat pasangan Anda melanggar batasan tersebut. Akan tetapi, sampaikan hal ini dengan cara yang baik agar Anda tidak terkesan menghakimi atau menggurui.

 

3. Paham kapan hubungan menjadi tidak sehat

Jika Anda tidak menentukan batasan dalam hubungan, kata-kata yang dilontarkannya dapat berubah menjadi bentuk kekerasan verbal. Lambat laun, kekerasan verbal dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.

Anda harus memahami kapan hubungan mulai menjadi tidak sehat. Jangan takut untuk mengungkapkan kepada pasangan Anda jika ia mulai menunjukkan gerak-gerik maupun gestur tubuh yang mengintimidasi.

 

4. Menjadi kuat tanpa memaksakan kehendak

Pasangan yang narsis dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian atau apa pun yang ia inginkan.

Anda harus cermat dalam menentukan tindakan saat menghadapi pasangan narsis. Jangan terus-menerus menuruti permintaannya.

Namun, jangan pula menutup diri dari hal baik yang dilakukannya. Misalnya, pasangan Anda mungkin tidak meminta maaf setelah bertengkar, tapi ia membelikan Anda hadiah kecil sebagai tanda penyesalan.

Terimalah apa yang ia berikan tanpa harus menuntutnya untuk meminta maaf.

 

5. Siap mengakhiri hubungan jika perilakunya telah jauh melewati batas

Wajar apabila Anda mengalami kesulitan saat menghadapi pasangan. Anda justru perlu memahami bahwa karakter pasangan tidak dapat berubah dengan mudah. Bahkan, Anda mungkin tidak bisa memperbaikinya sama sekali.

Pertimbangkan baik-baik jika pasangan terus-menerus merasa dirinya paling benar, mengkritik Anda dengan cara yang buruk, atau tidak bisa menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar Anda. Ini mungkin tanda Anda perlu mengakhiri hubungan.

Menghadapi pasangan yang narsis dapat menimbulkan emosi negatif pada diri sendiri. Salah satunya adalah rasa bersalah atas suatu kesalahan yang sebenarnya tidak Anda perbuat.

Maka dari itu, Anda perlu mempertimbangkan semua tindakan secara bijak dan objektif.

Bila semua hal yang Anda lakukan tidak dapat mengatasi konflik yang timbul, perpisahan mungkin merupakan jalan terbaik untuk menjaga kesehatan mental Anda.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU