0

Perubahan di Rumah untuk Mencegah Serangan Asma

BandarOnline – Asma adalah kondisi di mana terdapat gangguan pada aliran udara pada paru-paru. Hal ini membuat bernapas sulit dan menyebabkan batuk, napas berbunyi, hingga sesak napas.

Walau pada beberapa orang asma adalah gangguan minor, asma juga dapat menjadi masalah utama bagi banyak orang. Karena tidak ada pengobatan untuk asma, tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan penyakit dengan mengidentifikasi dan membatasi paparan pemicu, yang dapat menimbulkan gejala yang berlangsung dari beberapa menit hingga mingguan. Beberapa pemicu umumnya meliputi polusi udara, alergi, udara dingin, masalah pernapasan, heartburn, gastroesophageal reflux disease (GERD), asap, dan bau yang tajam.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi serangan asma dan gejala. Pastikan orang di sekitar mengetahui kondisi Anda, agar mereka dapat membantu Anda jika terjadi serangan asma mendadak. Bawa selalu obat asma yang bekerja cepat.

Berikut adalah beberapa solusi untuk mengurangi serangan asma di rumah Anda.

1. Hindari kelembapan

Untuk mengurangi serangan asma, Anda harus memperhatikan kualitas udara. Cuaca yang terlalu panas dan lembap serta kualitas udara yang buruk dapat memicu gejala asma bagi beberapa orang. Hindari juga area yang berpolusi yang dapat memperburuk kondisi Anda.

  • Gunakan AC untuk menurunkan kelembapan dalam ruangan dan mengurangi serbuk sari dari pohon dan rumput yang dapat masuk ke dalam ruangan.
  • Tutup selalu jendela saat angin sedang berembus kencang.
  • Jika Anda tinggal di area beriklim lembap, konsultasikan dengan dokter untuk menggunakan dehumidifier.
  • Hindari tinggal di jalan raya yang sibuk di mana risiko polusi udara tinggi.
  • Jika memungkinkan, pindah ke lokasi di mana Anda dapat menikmati udara segar.
  • Hindari perubahan suhu dalam waktu yang singkat.

2. Batasi paparan debu

Debu adalah salah satu pemicu asma utama, karena kandungan partikel kecil seperti serbuk saru, jamur, serat pakaian, dan deterjen. Pemicu lainnya adalah tungau debu, yaitu serangga kecil yang terdapat pada seprai, selimut, bantal, matras, furniture, karpet dan mainan. Jaga rumah Anda bebas dari debu dan tungau debu.

  • Bersihkan dan ganti filter AC secara rutin.
  • Keluarkan karpet dan tirai dari kamar tidur.
  • Cuci semua seprai dan mainan secara rutin dengan air panas.
  • Gunakan penutup untuk mencegah alergen dari bantal dan matras.
  • Vakum rumah Anda 2 kali seminggu.
  • Bersihkan permukaan dari debu dengan kain basah.
  • Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan dan menyedot debu untuk membatasi kontak dengan debu dan zat kimia.
  • Hindari penggunaan tirai yang mengumpulkan debu dan berat untuk jendela Anda. Anda dapat menggunakan shade dan tirai yang mudah dicuci.
  • Rapikan selalu barang-barang.
  • Simpan pakaian yang sudah dicuci dalam lemari.
  • Jaga kamar tidur agar terventilasi dengan baik.

3. Hindari jamur

Jamur dan lumut adalah alergen yang dapat memicu gejala asma. Jamur tumbuh pada area yang lembap seperti tirai kamar mandi, peralatan mandi, bak mandi, wastafel dan ubin. Perhatikan tempat yang lembap di dapur, kamar mandi, basement, dan sekitar pekarangan. Hindari dan bersihkan jamur segera setelah muncul.

  • Gunakan dehumidifier atau exhaust saat mandi.
  • Bersihkan area yang lembap di kamar mandi, dapur dan sekitar rumah untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  • Pada tanda-tanda awal jamur, bersihkan dengan sabun dan air hangat.
  • Jika tidak dapat dicuci, buang benda-benda yang berjamur.
  • Buang daun-daun berjamur dan kayu bakar lembap dari pekarangan.
  • Perbaiki saluran atau sumber air yang bocor secepat mungkin.
  • Keluarkan tanaman dari rumah. Tanam di taman atau pekarangan. Untuk mencegah jamur, pastikan untuk tidak menyiram tanaman terlalu banyak dan jaga di tempat yang terkena sinar matahari.

4. Hindari hewan peliharaan

Hewan peliharaan dapat memicu rangkaian asma pada orang yang alergi terhadapnya. Partikel rambut, bulu dan air liur adalah pemicu asma yang cukup umum.

Jika Anda tidak dapat berpisah dari hewan kesayangan Anda, pastikan Anda melakukan hal-hal berikut.

  • Larang hewan peliharaan masuk kamar.
  • Larang hewan menaiki furniture rumah Anda.
  • Mandikan atau bersihkan hewan peliharaan secara rutin.
  • Tidak membiarkan anak dengan asma bermain dengan anjing, kucing atau binatang lainnya.

5. Basmi kecoa

Kecoa juga dapat menjadi pemicu alergi dan asma. Kecoa menghasilkan zat yang menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang yang memiliki asma, serta batuk dan mengi pada bayi dan anak-anak. Penting untuk membasmi kecoa dari rumah Anda.

  • Jangan biarkan makanan, air dan sampah terbuka.
  • Jangan meninggalkan makanan hewan di luar semalaman.
  • Bersihkan piring dan peralatan makan setelah menggunakannya.
  • Jangan tinggalkan sisa makanan dan minuman pada meja. Bersihkan dengan air sabun.
  • Gunakan jebakan atau gel kecoa untuk membasmi kecoa.
  • Setiap 2 – 3 hari, vakum, sapu dan pel area di mana Anda melihat kecoa.
  • Periksa pekarangan dan garasi untuk mencari sarang serangga.
  • Tutup segala celah yang dapat dilalui kecoa, seperti wastafel, pipa bocor dan lainnya.
  • Kurangi kelembapan di rumah Anda karena dapat meningkatkan pertumbuhan kecoa dan hama lainnya.
  • Jika diperlukan, hubungi ahli pembasmi hama untuk mengusir kecoa.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Fakta Unik Seputar Pertumbuhan Virus di Dalam Tubuh

BandarOnline – Tubuh manusia memang selalu menyimpan banyak hal menarik untuk diungkap. Salah satunya mengenai virus, yang bisa datang dan hadir kapan pun sebagai penyebab penyakit. Namun, jangan disepelekan. Mari pahami semua fakta tentang perkembangan virus pada tubuh manusia lewat ulasan ini, ya!

 

Berbagai fakta tentang virus di dalam tubuh manusia

Virus adalah mikroorganisme berukuran kecil yang tersusun atas DNA dan RNA, serta dilapisi oleh protein di bagian luarnya. Meski ukurannya terbilang “mini”, tapi virus yang masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

Terlebih karena ukuran virus yang tidak kasat mata sehingga menyulitkannya untuk terdeteksi dengan mudah. Sebenarnya, bagaimana virus tumbuh dan menimbulkan berbagai efeknya pada tubuh manusia?

Berikut fakta menarik tentang virus yang perlu Anda ketahui:

 

Fakta 1: Virus berkembang dengan membentuk salinan diri

Ketika terserang penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, Anda mungkin akan bertanya-tanya bagaimana kerja virus hingga kemudian menimbulkan penyakit. Ya, cukup banyak orang yang masih kurang paham mengenai fakta tentang virus yang satu ini.

Pada dasarnya, virus yang masuk ke dalam tubuh tidak “berjuang” sendirian, melainkan menghasilkan banyak salinan diri yang menyerupai bentuknya.

Di sini, virus memanfaatkan sel inang yang sedang ditempatinya untuk memproduksi lebih banyak salinan diri. Tubuh manusia yang dijadikan sel inang oleh virus tidak menyadari hal tersebut. Ini karena virus memberikan instruksi kepada tubuh dalam bentuk DNA atau RNA.

Alhasil, tubuh mengenali instruksi tersebut sebagai hal biasa guna menunjang fungsinya. Tubuh yang telah dijadikan sumber daya oleh virus tersebut, kemudian membuat partikel virus dalam jumlah yang lebih banyak.

Selanjutnya sejumlah virus yang telah berkembang tersebut langsung menjalankan aksinya, sehingga menimbulkan berbagai gejala khas suatu penyakit.

 

Fakta 2: Virus di dalam tubuh tidak hanya menular antar manusia

Jika selama ini Anda mengira bahwa semua penyakit yang disebabkan oleh virus itu menular dari orang ke orang, nyatanya fakta tentang virus tidaklah demikian. Dari beragam jenis penyakit akibat virus, beberapa di antaranya tidak selalu menyebar langsung dari orang ke orang.

Flu, HIV, herpes, serta hepatitis, merupakan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh penularan virus dari kontak langsung antar manusia. Sementara penularan virus lainnya bisa diakibatkan oleh gigitan serangga, hewan, maupun mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus.

Ambil contoh seperti penyakit Ebola. Penyakit ini sebenarnya bisa ditularkan langsung dari orang ke orang. Akan tetapi, hewan yang telah terinfeksi virus Ebola juga bisa menularkan penyakitnya pada manusia.

 

Fakta 3: Virus yang berkembang bisa menyerang bagian tubuh mana pun

Sebelum menimbulkan satu atau lebih gejala khas penanda suatu penyakit, virus yang telah berkembang dan tersebar ini akan mendatangi bagian tubuh mana pun. Fakta tentang virus yang satu ini perlu dipahami, karena perkembangan suatu penyakit ditentukan oleh bagian tubuh mana yang menjadi sasaran virus.

Ada berbagi bagian di dalam tubuh yang kerap menjadi lokasi penyerangan virus, hingga nantinya menimbulkan gejala. Mulai dari di saluran pernapasan, yang kemudian menyebabkan flu dan pilek. Selanjutnya sistem pencernaan, yang kemudian mengakibatkan diare bahkan muntah-muntah.

Ada juga di kulit, yang akhirnya muncul ruam, bintik-bintik kemerahan, hingga lenting berisi cairan. Bahkan virus bisa menyerang hingga organ hati, sehingga menimbulkan peradangan.

 

Fakta 4: Tubuh punya kemampuan khusus untuk menghambat perkembangan virus

Fakta tentang virus lainnya yang harus Anda tahu bahwa bukan hanya virus saja yang punya trik untuk mengelabui sel inangnya, tapi tubuh juga demikian. Ya, tubuh manusia sebenarnya mampu membela diri untuk menghambat perkembangan virus.

Tugas tersebut dilakukan oleh sel T sebagai bagian dari sistem imun tubuh. Ketika sistem imun mendeteksi adanya perkembangan virus, sel T mulai menjalankan aksinya untuk menyerang virus dan menghancurkannya.

Di saat tersebut, sistem kekebalan kemudian memproduksi antibodi khusus guna mengikat virus agar tidak menular. Akhirnya, dilanjutkan oleh kerja sel-T yang mematikan virus tersebut.

Selain itu, sel-T juga bertugas memberikan sinyal kepada sel-sel lain untuk menjalankan tugasnya, misalnya sel fagosit.

 

Fakta 5: Perkembangan virus hanya bisa dihentikan oleh obat antivirus

Virus yang berkembang di dalam tubuh tidak bisa dihentikan oleh sembarang obat. Tak sedikit orang yang keliru dan mengira bahwa obat antibiotik ampuh untuk mengatasi penyakit akibat virus.

Padahal, fakta tentang virus yang kerap kali rancu ini bukanlah demikian. Penggunaan antibiotik yang keliru justru tidak menghentikan perkembangan virus, tapi malah meningkatkan risiko mengalami resistensi antibiotik.

Cara mengobati virus yang paling efektif yakni dengan menggunakan obat antivirus. Antivirus akan mencegah reproduksi virus atau membuat salinan diri, sekaligus meningkatkan kekuatan pada sistem imun tubuh.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU