0

”Wakil Rakyat Seharusnya Merakyat, Jangan Tidur Waktu Sidang soal Rakyat”

pengemudi ojol demo

JagoDominoBerita – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) berdemo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Jumat (28/2/2020) siang.

Pantauan dilokasi, ribuan pengemudi ojol mulai mendatangi depan gedung DPR yang berada di Jalan Gatot Subroto, selepas salat Jumat.

Mereka datang tidak menggunakan motor, tetapi berjalan dari Gelora Bung Karno.

Lokasi, tempat parkir para pengemudi ojol yang ingin berdemo.

Saat menyampaikan aspirasinya, mereka meminta UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan direvisi dan menjadikan kendaraan roda dua sebagai transportasi khusus terbatas.

Di sela-sela penyampaian pendapat, koordinator ojol yang berada di mobil komando, mengajak ribuan pengemudi untuk bernyanyi lagu Iwan Fals dengan judul Wakil Rakyat.

“Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat,” ucap pengemudi ojol.Agent Domino

Saat pengemudi ojol menyampaikan pendapat, terpantau aparat kepolisian melakukan penjagaan di luar maupun di dalam pagar gedung DPR.

Beberapa mobil barakuda dan watercanon terparkir di halaman depan gedung DPR.

0

Gandeng Volocopter, Grab Bakal Hadirkan Layanan Taksi Udara?

Menggandeng startup asal Jerman Volocopter, Grab akan uji coba taksi udara di Asia Tenggara.

JagoDominoBerita – Menggandeng startup asal Jerman Volocopter, Grab akan uji coba taksi udara di Asia Tenggara.

Mengutip dari laman situs The Verge pada Senin (24/2/2020),telah mendemonstrasikan helikopter listriknya di Singapura pada September 2019.

helikopter listrik ini bisa mulai melakukan penerbangan komersial, pada 2022.

Grab sendiri telah mengkaji pasar taksi udara di regional. Bahkan, Grab dan sedang mempelajari rute yang paling cocok, untuk layanan taksi udara.

“Kolaborasi ini dapat memiliki potensi kerja sama yang jauh lebih besar,

yang dapat memperluas mobilitas antarmoda khusunya di udara,” ucap CEO Florian Reuter, dikutip dari The Verge.

Menurut CEO Grab Ventures, Chirs Yeo, menyampaikan kerja sama ini dapat menjadi solusi mobilitas udara di perkotaan.

Dengan begitu Mereka bisa bisa dapat memutuskan pilihan perjalanan, berdasarkan anggaran ataupun kendala waktu.

Helikopter listrik yang dikembangkan sejak 2011 ternyata sudah melakukan serangkaian uji coba terbang,

melewati Dubai, Helsinki, Las Vegas, dan Stuttgart.Agent Domino

Menurut Voloport, helikopter listrik ini akan memiliki landasan yang bernama VoloPort. Nantinya penumpang dapat terbang, dari satu VoloPort ke VoloPort lainnya.

0

Donald Trump Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang untuk Penyelidikan, Disebut Unilateralis

JagoDominoBerita – Indonesia dan China, bersama dengan beberapa negara lain, telah dihapus dari daftar negara “berkembang” oleh Amerika Serikat (AS).

Menurut pemberitahuan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (Office of the US Trade Representative/USTR), Negeri Paman Sam itu juga mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), termasuk Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Setelah dihapus dari daftar negara berkembang, Indonesia dan China digantikan sebagai negara “maju” ketika menyangkut perdagangan internasional.

Penghapusan negara-negara ini dari daftar internal negara-negara berkembang akan membuat AS lebih mudah untuk menyelidiki apakah negara-negara ini secara tidak adil melakukan subsidi ekspor.

Xue Rongjiu, wakil direktur Masyarakat China untuk Studi WTO yang berbasis di Beijing, mengatakan pengumuman AS telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral.

“Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya,” kata Xue kepada People’s Daily.

Dia menambahkan, “China selalu dengan tegas membela sistem multilateral. Hubungan perdagangan dan ekonominya dengan mitra ekonomi maju dan negara-negara berkembang telah membuktikan bahwa mekanisme negosiasi multilateral efektif, dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.”

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada 10 Februari, USTR mengatakan bahwa pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik, sebuah bea yang dikenakan pada impor, karena pedoman negara sebelumnya dianggap sudah usang.

Untuk memperbarui daftar internalnya, USTR mengatakan telah mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi dan perdagangan, seperti tingkat perkembangan ekonomi suatu negara dan bagian negara dari perdagangan dunia.

Misalnya, USTR menganggap negara-negara dengan pangsa 0,5% atau lebih dari perdagangan dunia sebagai negara “maju”. Sedangkan menurut aturan 1998, ambangnya 2% atau lebih.

USTR juga tidak memasukkan indikator pembangunan sosial seperti tingkat kematian bayi, tingkat buta huruf orang dewasa dan harapan hidup saat lahir, sebagai dasar untuk mengubah penunjukan.

Tu Xinquan, dekan Institut Studi Organisasi Perdagangan Dunia China di Universitas Bisnis Internasional, mengatakan aturan dan mekanisme WTO harus lebih ditingkatkan karena banyak negara berkembang memahami dan memanfaatkan aturan secara berbeda. Ini tidak dapat diatasi dalam mekanisme negosiasi saat ini.

0

Manchester City Dihukum Tampil di Liga Champions Dua Musim, Akhir Era The Citizen & Sheikh Mansour?

JagoDominoBerita – Nasib tragis tengah menimpa Manchester City pasalnya mereka baru saja mendapat hukuman berupa larangan tampil di Liga Champions selama dua musim kedepan.

UEFA selaku Federasi Sepak Bola Eropa berdalih Manchester City telah terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Hal ini disebabkan The Citizen terbukti memiliki pendapatan sponsor yang berlebihan pada rentang waktu 2012 hinga 2016 dan juga tidak bisa bekerja sama selama masa penyidikan.

Selain itu mereka juga didenda sebanyak 30 juta Euro karena sanksi tersebut.

Tentu hukuman tersebut membuat tim asal Manchester tersebut merasa terpukul atas keputusan tersebut.

Lantas bagaimana nasib Manchester City kedepannya, mari simak ulasannya.

 

View this post on Instagram

 

BREAKING: UEFA announce Manchester City have been banned from the Champions League for two seasons and fined €30 million

A post shared by Bleacher Report Football (@brfootball) on

Akhir Era The Citizen Dibawah Komando Pep Guardiola?

Berkali-kali Pep Guardiola telah menjawab berbagai pertanyaan tentang masa depannya bersama Manchester City.

Eks pelatih Barcelona tersebut selalu memberikan jawaban bahwa dirinya akan kembali melihat kontraknya bersama The Citizen yang akan berakhir pada tahun 2021.

Walaupun demikian, Pep Guardiola secara konsisten menyatakan kepercayaannya kepada pihak Manchester City untuk menangani kasus yang kini tengah menimpa timnya.

Masa depan Pep Guardiola pun tentu menjadi isu panas yang akan bergulir dalam beberapa bulan mendatang ditengah sanksi berat yang menimpa The Citizen.

Apalagi selama melatih Manchester City, trofi Liga Champions menjadi salah satu impian terbesarnya mempersembahkan gelar tersebut bagi publik Etihad.

Wajar memang apalagi selama melatih Manchester City, Guardiola bisa dikatakan telah berhasil menorehkan beberapa rekor fantastis.

Mulai dari perolehan poin terbanyak sebagai jawara Liga Inggris.

Hingga mampu memenangkan tiga gelar domestik yakni Liga Inggris, Piala Carling, dan Piala FA pada musim lalu.

Jika Manchester City mampu memenangkan Liga Champions musim ini, tentu Guardiola akan bisa pergi dengan tenang karena impiannya bisa terwujud.

Namun, jika timnya kembali gagal menjadi yang terbaik bukan tidak mungkin dirinya akan hengkang sebelum kontraknya habis.

Apalagi waktu dua tahun dipaksa absen dalam ajang semegah Liga Champions bukanlah sesuatu yang mudah diterima.

Menarik untuk kita lihat bagaimana masa depan Pep Guardiola bersama Manchester City kedepannya?

Bagaimana Nasib Para Pemain The Citizen?

Kita sudah tahu bahwa gelandang veteran Manchester City, David Silva telah memutuskan ini akan menjadi musim terakhirnya di Stadion Etihad.

David Silva akan hengkang karena memang kontraknya bersama Manchester City telah habis pada akhir musim ini.

Tetapi, bagaimana nasib para pemain yang kontraknya belum berakhir ditengah nasib tragis yang menimpa Manchester City.

Misalnya, Sergio Aguero yang kontraknya akan berakhir pada tahun 2021.

Begitu pula dengan Leroy Sane yang juga akan berakhir kontraknya pada musim depan.

 

View this post on Instagram

 

Feeling the 💙 this #valentinesday . #mancity

A post shared by Manchester City (@mancity) on

Sementara itu, Nicolas Otamendi dan John Stones masih menyisakan kontrak hingga 2022.

Lalu, bagaimana dengan nasib para bintang Manchester City yang telah terikat kontrak jangka panjang melebihi tahun 2024.

Seperti Kevin de Bruyne, Bernardo Silva, Raheem Sterling, Bernardo Silva, hingga Riyad Mahrez.

Jika Pep Guardiola memutuskan pergi nantinya, mudah untuk melihat sejumlah pemain akan mengikutinya dalam melanjutkan karirnya.

Apa Dampaknya Bagi Keuangan Klub?

Pakar Keungan Sepak Bola, Kieran Maguire selaku dosen University Liverpool mencoba mengungkapkan pandangan terkait hal tersebut.

Dilansir dari BBC, Kieran Maguire menilai akan ada dampak yang cukup signifikan utamanya dalam pandangan finansial jika Manchester City harus absen dalam ajang Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Liverpool yang memenangkan trofi si Kuping Besar musim lalu saja mendapatkan uang kurang lebih sebesar £150 juta dari ajang Liga Champions.

 

View this post on Instagram

 

The race for fifth is on 🏃‍♂️

A post shared by Bleacher Report Football (@brfootball) on

Andaikan klub seukuran City harus absen, bisa jadi ia akan kehilangan seperempat hingga seperti dari pendapatan utama mereka.

“Bermain di kompetisi bergengsi Eropa memiliki daya tarik sehingga dampak tersebut akan membuat tim anda kesulitan merekrut pemain bintang,” ujar Kieran Maguire.

Hal itulah yang menjadi dampak lain di balik embargo Manchester City yang dilarang berpartisipasi dalam ajang Liga Champions hingga 2022.

Apakah ini merupakan akhir dari sebuah era The Citizen?

Kasus yang tengah menimpa Manchester City tersebut bukan hanya berpeluang menjadi akhir era Pep Guardiola.

Namun, kasus tersebut juga berdampak lebih luar bagi Era yang tengah dibangun oleh Sheikh Mansour.

Semenjak pemberhentian Mark Hughes sebagai pelatih Manchester pada tahun 2009.

Sejak saat itulah, era kebangkitan Manchester City coba dimulai.

The Citizen selalu bisa menjadi tim yang turut dalam perburuan gelar juara setiap musimnya.

Kedatangan para pemain bintang pun juga semakin menambah armada Manchester City untuk merajai Eropa bisa terwujud.

Hanya saja, nasib yang kini dialami membuat Manchester City justru berada dalam dilema besar.

Jika banding mereka ditolak, tentu hal itu akan merusak semua pekerjaan dan impian yang tengah dibangun tersebut.