0

Fantastis Sekali Harga Headphone Termahal Di Dunia Harganya Rp 884 Juta

Jagodomino Sama seperti handphone, harga Headphone pun beraneka ragam sesuai kualitas. Ada yang murah seharga puluhan ribu, hingga earphone merk Apple yang harganya di atas Rp 500 ribu.

Berbeda dengan penikmat musik kasual, bagi pecinta dunia audio, kualitas kejernihan, ketajaman suara headphone adalah sesuatu yang serius dipantau. Tak heran ada perusahaan yang rela membuat headphone seharga puluhan bahkan ratusan juta.

Berdasarkan laporan Esquire, headphone termahal di dunia adalah merk Sennheiser HE 1 seharga 51 ribu pound sterling atau Rp 884 juta (1 pound sterling = Rp 17.342). Produsennya menyebut Sennheiser memadukan desain artistik dan teknologi.

Mulai dari desainnya, amplifier Headphone ini berada di atas material gelas dan batu granit Carrara. Batu mewah itu digunakan Michelangelo dalam memahat.

Cukup dengan sebuah sentuhan, headphone canggih ini akan langsung aktif. Dengan audio range dari 8 Hz hingga 100 KHz, Sennheiser cocok bagi musik vinyl, CD, maupun data bersolusi tinggi.

Sennheiser HE 1 juga membawa tube dan transistor amplifier. Vacuum tubes itu mencegah suara structure-borne serta dikeliling quartz bulbs berkualitas tinggi yang mengalirkan ultra-high impulse fidelity alias reproduksi suara yang paripurna, termasuk dalam level distoris ultra-low.

Headphone ini tak bisa langsung dibeli di toko. Peminat harus memesan terlebih dahulu agar Sennheiser HE 1 dapat dibuat secara personal.

Peminat juga perlu membayar uang muka seharga 10 ribu pound sterling (Rp 173 juta). Begitu uang muka diterima, barulah pembuatannya diproses.

0

Kekayaan Bos Facebook Malah Bertambah Rp 13.9 Triliun

Jagodomino Belum lama ini, raksasa teknologi Facebook membayar denda USD 5 miliar atau sekitar Rp 70 triliun, dengan asumsi kurs USD 1 sama dengan Rp13.951. Denda ini terkait dengan skandal Cambridge Analytica. Dilaporkan, lebih dari 50 juta data pengguna digunakan tanpa izin.

Namun yang mengejutkan, nilai saham Facebook justru meroket sebesar 1 persen pada Jumat lalu, sesaat setelah pemberitaan denda oleh Federal Trade Commission (FTC) tersebut mencuat ke publik.

Mengutip Yahoo News, sebelumnya harga saham Facebook pukul 03.45 waktu setempat berada di angka USD 202,31 dan bernilai USD 83 miliar atau Rp1.159 triliun.

Setelah berita denda muncul, sekitar pukul 4 waktu setempat sahamnya naik jadi USD 204,87 per lembar dan bernilai USD 84,1 miliar atau Rp1.174 triliun secara keseluruhan.

Itu artinya, nilai saham Facebook meroket lebih dari USD 1 miliar alias Rp13,9 triliun hanya dalam waktu 30 menit.

Saat ini bos Facebook Mark Zuckerberg memiliki saham Facebook sebesar 88,1 persen. Pada April 2019, Zuckerberg terhitung memiliki 410 juta lembar saham Facebook. Sebagai pemilik saham terbesar, tentu kenaikan 1 persen merupakan rejeki nomplok buat si bos Facebook.

Tentu saja, tujuan denda yang dikenakan FTC bukan untuk menaikkan nilai saham raksasa teknologi tersebut, melainkan sebagai hukuman karena Facebook tidak bisa mengendalikan data pengguna dengan baik.

Mengapa saham Facebook justru naik padahal perusahaan terlibat skandal? Ternyata, logikanya sederhana: perusahaan telah mempersiapkan keuangan tahunan dengan rinci termasuk dengan kemungkinan denda, dan para investor bereaksi positif karena realitanya sesuai dengan rencana.

Pada akhirnya, denda Rp70 triliun mungkin saja tidak begitu besar bagi perusahaan yang nilainya ribuan triliun.

0

Minuman Yang Lagi Ngetrend Wiski Durian Dan Menuai Kontroversi

Jagodomino Buah Durian memberikan efek ketagihan bagi sebagian orang. Senada dengan hal itu, sebuah perusahaan Malaysia kemudian mengenalkan pilihan minuman baru bernama Wiski Durian.

Kehadiran minuman itu langsung menggemparkan setelah diperkenalkan di Singapura belum lama ini. Banyak orang yang bertanya-tanya tentangnya.

Dikutip dari laman resmi Wiski Durian, minuman itu seratus persen dibuat dari buah durian berjenis Musang King yang memiliki daging tebal.

Bahan baku itu kemudian ditambahkan zat lainnya seperti 18 persen alkohol by volume (ABV), etanol dan gula.

Meski membuat penasan Wiski Durian sempat menuai kontroversi. Minuman yang diproduksi oleh perusahaan bernama Tropical Wine Sdn Bhd itu dianggap sejumlah pihak tidak layak disebut sebagai wiski.

Pasalnya, wiski yang dijual dipasaran berasal dari sulingan gandum atau jagung. Namun minumkan kali ini murni terbuat dari fermentasi durian Musang King dan bukan termasuk wiski tradisional.

Pendapat tersebut pun diperkuat oleh unggahan akun Facebook Dramocracy pada Selasa (16/7/2019). Singkatnya, sesuai peraturan di Singapura, minuman yang mengandung kadar alkohol kurang dari 37 persen ABV tidak layak disebut wiski.

Berdasarkan temuan itu, Wiski Durian lebih cocok disebut sebagai brendi karena dihasilkan dari sulingan buah-buahan.

Terdapat dua varian minuman itu yang dijual di pasaran, untuk Wiski Durian 250 ml dibanderol sekitar Rp 1 juta per botol, sedangkan untuk yang 750 ml dijual Rp 2 juta per botol.

0

Hasil Kerja Selama Tiga Bulan Pengintaian Sabu 30 Kg Dari Malaysia Di Tangkap

Jagodomino Dua Minibus terparkir di lahan kosong samping Polres Metro Jakarta Barat. Kondisi kendaraan rusak. Di badan mobil bagian depan terdapat lubang-lubang bekas peluru. 30 kilogram Sabu ditemukan dalam penyergapan kepolisian.

Mobil itu menjadi saksi bisu aksi Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan Narkoba Internasional.

Empat pelaku yakni HA, AR, PA, dan SB dicokok di Jalan Damai, Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Adalah Tim di bawah pimpinan Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Purnama Oktora yang menangkap para pelaku.

Arief menceritakan, mengintai aktivitas para pelaku selama tiga bulan. Selasa (09/7/2019) pelaku membawa dua kendaraan Plat B. Minibus dicurigai berisikan sabu.

Kedua kendaraan melaju bering-iringan dari arah Dumai menuju ke arah Pekanbaru.

Ketika iringan mobil berhenti di salah satu sungai di Dumai kami meyakini barang tersebut memang telah diambil dan akan diangkut dikirim ke Jakarta,kata Arief ditemui di Polres Metro Jakarta Barat.

Arief mengatakan, para pelaku sempat menepi beberapa jam di salah satu kota di Siak kecil. Tak pikir panjang, Arief bersama anggota yang lain memutuskan menghentikan laju kedua kendaraan tersebut.

Salah satu unit minibus yang dikendarai pelaku berusaha melawan hingga beberapa kali sengaja menabrak mobil petugas.

Arief akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memuntahkan peluru ke arah ban mobil.

Mobil tersebut dapat dihentikan setelah bannya pecah.

Petugas mengeledah isi mobil. Ditemukan sabu yang dikemas dalam bungkusan. Arief menjelaskan, para pelaku menyimpan di dasboard yang sudah dimodifikasi.

Jumlah sabu yang ditaruh di dalam mobil mencapai 30 Kilogram Berhasil Di Sita Oleh Petugas Polisi.

Arief menerangkan, mobil tersebut milik para pelaku yang sengaja dibeli untuk mengirim sabu ke Jakarta.

Mobil atas nama tersangka. Menurut keterangan sudah dua kali membawa sabu ke Jakarta dengan mobil ini.

Menurut Arief, sabu ini dikirim dari Malaysia dan mengirimnya melalui jalur laut. Kemudian dipecah ke beberapa kapal. Lalu diedarkan sesuai pesanan.

Dari Malaysia di sebrangkan melalui perairan Sumatera masuk melalui Dumai.