0

Donald Trump Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang untuk Penyelidikan, Disebut Unilateralis

JagoDominoBerita – Indonesia dan China, bersama dengan beberapa negara lain, telah dihapus dari daftar negara “berkembang” oleh Amerika Serikat (AS).

Menurut pemberitahuan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS (Office of the US Trade Representative/USTR), Negeri Paman Sam itu juga mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), termasuk Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Setelah dihapus dari daftar negara berkembang, Indonesia dan China digantikan sebagai negara “maju” ketika menyangkut perdagangan internasional.

Penghapusan negara-negara ini dari daftar internal negara-negara berkembang akan membuat AS lebih mudah untuk menyelidiki apakah negara-negara ini secara tidak adil melakukan subsidi ekspor.

Xue Rongjiu, wakil direktur Masyarakat China untuk Studi WTO yang berbasis di Beijing, mengatakan pengumuman AS telah merusak otoritas sistem perdagangan multilateral.

“Tindakan unilateralis dan proteksionis seperti itu telah merugikan kepentingan China dan anggota WTO lainnya,” kata Xue kepada People’s Daily.

Dia menambahkan, “China selalu dengan tegas membela sistem multilateral. Hubungan perdagangan dan ekonominya dengan mitra ekonomi maju dan negara-negara berkembang telah membuktikan bahwa mekanisme negosiasi multilateral efektif, dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.”

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada 10 Februari, USTR mengatakan bahwa pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik, sebuah bea yang dikenakan pada impor, karena pedoman negara sebelumnya dianggap sudah usang.

Untuk memperbarui daftar internalnya, USTR mengatakan telah mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi dan perdagangan, seperti tingkat perkembangan ekonomi suatu negara dan bagian negara dari perdagangan dunia.

Misalnya, USTR menganggap negara-negara dengan pangsa 0,5% atau lebih dari perdagangan dunia sebagai negara “maju”. Sedangkan menurut aturan 1998, ambangnya 2% atau lebih.

USTR juga tidak memasukkan indikator pembangunan sosial seperti tingkat kematian bayi, tingkat buta huruf orang dewasa dan harapan hidup saat lahir, sebagai dasar untuk mengubah penunjukan.

Tu Xinquan, dekan Institut Studi Organisasi Perdagangan Dunia China di Universitas Bisnis Internasional, mengatakan aturan dan mekanisme WTO harus lebih ditingkatkan karena banyak negara berkembang memahami dan memanfaatkan aturan secara berbeda. Ini tidak dapat diatasi dalam mekanisme negosiasi saat ini.

0

Manchester City Dihukum Tampil di Liga Champions Dua Musim, Akhir Era The Citizen & Sheikh Mansour?

JagoDominoBerita – Nasib tragis tengah menimpa Manchester City pasalnya mereka baru saja mendapat hukuman berupa larangan tampil di Liga Champions selama dua musim kedepan.

UEFA selaku Federasi Sepak Bola Eropa berdalih Manchester City telah terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Hal ini disebabkan The Citizen terbukti memiliki pendapatan sponsor yang berlebihan pada rentang waktu 2012 hinga 2016 dan juga tidak bisa bekerja sama selama masa penyidikan.

Selain itu mereka juga didenda sebanyak 30 juta Euro karena sanksi tersebut.

Tentu hukuman tersebut membuat tim asal Manchester tersebut merasa terpukul atas keputusan tersebut.

Lantas bagaimana nasib Manchester City kedepannya, mari simak ulasannya.

 

View this post on Instagram

 

BREAKING: UEFA announce Manchester City have been banned from the Champions League for two seasons and fined €30 million

A post shared by Bleacher Report Football (@brfootball) on

Akhir Era The Citizen Dibawah Komando Pep Guardiola?

Berkali-kali Pep Guardiola telah menjawab berbagai pertanyaan tentang masa depannya bersama Manchester City.

Eks pelatih Barcelona tersebut selalu memberikan jawaban bahwa dirinya akan kembali melihat kontraknya bersama The Citizen yang akan berakhir pada tahun 2021.

Walaupun demikian, Pep Guardiola secara konsisten menyatakan kepercayaannya kepada pihak Manchester City untuk menangani kasus yang kini tengah menimpa timnya.

Masa depan Pep Guardiola pun tentu menjadi isu panas yang akan bergulir dalam beberapa bulan mendatang ditengah sanksi berat yang menimpa The Citizen.

Apalagi selama melatih Manchester City, trofi Liga Champions menjadi salah satu impian terbesarnya mempersembahkan gelar tersebut bagi publik Etihad.

Wajar memang apalagi selama melatih Manchester City, Guardiola bisa dikatakan telah berhasil menorehkan beberapa rekor fantastis.

Mulai dari perolehan poin terbanyak sebagai jawara Liga Inggris.

Hingga mampu memenangkan tiga gelar domestik yakni Liga Inggris, Piala Carling, dan Piala FA pada musim lalu.

Jika Manchester City mampu memenangkan Liga Champions musim ini, tentu Guardiola akan bisa pergi dengan tenang karena impiannya bisa terwujud.

Namun, jika timnya kembali gagal menjadi yang terbaik bukan tidak mungkin dirinya akan hengkang sebelum kontraknya habis.

Apalagi waktu dua tahun dipaksa absen dalam ajang semegah Liga Champions bukanlah sesuatu yang mudah diterima.

Menarik untuk kita lihat bagaimana masa depan Pep Guardiola bersama Manchester City kedepannya?

Bagaimana Nasib Para Pemain The Citizen?

Kita sudah tahu bahwa gelandang veteran Manchester City, David Silva telah memutuskan ini akan menjadi musim terakhirnya di Stadion Etihad.

David Silva akan hengkang karena memang kontraknya bersama Manchester City telah habis pada akhir musim ini.

Tetapi, bagaimana nasib para pemain yang kontraknya belum berakhir ditengah nasib tragis yang menimpa Manchester City.

Misalnya, Sergio Aguero yang kontraknya akan berakhir pada tahun 2021.

Begitu pula dengan Leroy Sane yang juga akan berakhir kontraknya pada musim depan.

 

View this post on Instagram

 

Feeling the 💙 this #valentinesday . #mancity

A post shared by Manchester City (@mancity) on

Sementara itu, Nicolas Otamendi dan John Stones masih menyisakan kontrak hingga 2022.

Lalu, bagaimana dengan nasib para bintang Manchester City yang telah terikat kontrak jangka panjang melebihi tahun 2024.

Seperti Kevin de Bruyne, Bernardo Silva, Raheem Sterling, Bernardo Silva, hingga Riyad Mahrez.

Jika Pep Guardiola memutuskan pergi nantinya, mudah untuk melihat sejumlah pemain akan mengikutinya dalam melanjutkan karirnya.

Apa Dampaknya Bagi Keuangan Klub?

Pakar Keungan Sepak Bola, Kieran Maguire selaku dosen University Liverpool mencoba mengungkapkan pandangan terkait hal tersebut.

Dilansir dari BBC, Kieran Maguire menilai akan ada dampak yang cukup signifikan utamanya dalam pandangan finansial jika Manchester City harus absen dalam ajang Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Liverpool yang memenangkan trofi si Kuping Besar musim lalu saja mendapatkan uang kurang lebih sebesar £150 juta dari ajang Liga Champions.

 

View this post on Instagram

 

The race for fifth is on 🏃‍♂️

A post shared by Bleacher Report Football (@brfootball) on

Andaikan klub seukuran City harus absen, bisa jadi ia akan kehilangan seperempat hingga seperti dari pendapatan utama mereka.

“Bermain di kompetisi bergengsi Eropa memiliki daya tarik sehingga dampak tersebut akan membuat tim anda kesulitan merekrut pemain bintang,” ujar Kieran Maguire.

Hal itulah yang menjadi dampak lain di balik embargo Manchester City yang dilarang berpartisipasi dalam ajang Liga Champions hingga 2022.

Apakah ini merupakan akhir dari sebuah era The Citizen?

Kasus yang tengah menimpa Manchester City tersebut bukan hanya berpeluang menjadi akhir era Pep Guardiola.

Namun, kasus tersebut juga berdampak lebih luar bagi Era yang tengah dibangun oleh Sheikh Mansour.

Semenjak pemberhentian Mark Hughes sebagai pelatih Manchester pada tahun 2009.

Sejak saat itulah, era kebangkitan Manchester City coba dimulai.

The Citizen selalu bisa menjadi tim yang turut dalam perburuan gelar juara setiap musimnya.

Kedatangan para pemain bintang pun juga semakin menambah armada Manchester City untuk merajai Eropa bisa terwujud.

Hanya saja, nasib yang kini dialami membuat Manchester City justru berada dalam dilema besar.

Jika banding mereka ditolak, tentu hal itu akan merusak semua pekerjaan dan impian yang tengah dibangun tersebut.

0

Telepon Jokowi, Xi Jinping Yakinkan China Bisa Lewati Wabah Virus Corona

JagoDominoBerita – Presiden China Xi Jinping menghubungi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan telepon pada Selasa malam (11/2/2020).

Dalam percakapan seperti dilansir CGTN Rabu (13/2), Xi Jinping menyakinkan Jokowi, China bisa melewati masa sulit wabah virus corona yang telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang itu.

Presiden Xi Jinping juga menyampaikan rasa apresiasinya kepada Indonesia, atas dukungan dan bantuan selama penanganan wabah Covid-19 atau virus corona.

“Sebagai sesama negara berkembang, China dan Indonesia, harus bergandengan tangan bersama demi mencapai kemajuan yang baru,” ujar Xi Jinping dikutip media resmi setempat.

Percakapan Xi dan Jokowi berlanjut pula pada pembahasan terkait sinergi pembangunan antara Indonesia dan China.

Sikap Indonesia pada wabah virus corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait wabah virus corona dari Wuhan, China.

Ia menyampaikan yang penting bagi masyarakat adalah waspada dan bersikap hati-hati.

Jokowi menuturkan, telah memerintahkan Menteri Kesehatan agar mengawasi perkembangan virus corona secara detail.

“Dan kami kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar siapapun yang kami perkirakan, kemungkinan besar terjangkit itu,” tutur Jokowi yang dikutip dari Sekretariat Kabinet pada (24/1/2020).

Indonesia Kirim Bantuan Masker dan Alat Kesehatan ke China

Sebelumnya pada misi kemanusiaan dalam rangka mengevakuasi 237 WNI dari provinsi Hubei pada Sabtu pekan lalu (1/2/2020), pesawat penjemput milik Batik Air dari pemerintah Indonesia itu juga membawa sejumlah peralatan kesehatan untuk pemerintah China.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, peralatan diberikan untuk membantu China mencegah penyebaran wabah virus corona.

Lanjut dia, peralatan kesehatan tersebut langsung diterima oleh pemerintah China lewat organisasi nirlaba, Hubei Charity Foundation.

“Kita juga bawa peralatan yang diperlukan oleh pihak RRT, mereka perlu antara lain masker dan surgical unit,” kata Retno di Ruang VIP Room, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

“Ini adalah misi mulia yang sekali lagi harus dijalankan dengan penuh kedisiplinan dan saya sekali lagi ingin sampaikan terimakasih atas kerjasama yang luar biasa,” ucap Retno.

kenali ciri-ciri virus corona hingga pencegahannya

Di tengah sebaran virus Corona yang terus meningkat, penting untuk diketahui ciri-ciri virus Corona.

Pengetahuan tentang ciri-ciri virus Corona yang kini diberi nama Covid-19 penting sebagai bentuk kewaspadaan.

Data terbaru pada Rabu ini (12/2/2020) sebagaimana dikutip dari Kompas.com, jumlah korban meninggal akibat virus corona di China dilaporkan telah mencapai 1.110 orang.

Jumlah itu didapat setelah otoritas di Hubei, provinsi yang menjadi asal penyebaran wabah, melaporkan adanya 94 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Selain 1.110 korban meninggal, otoritas Hubei juga merinci ada 1.638 kasus infeksi baru sejak wabah virus corona merebak pada Desember 2019.

Kini, terdapat lebih dari 44.200 kasus penularan baru di seluruh China, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Virus itu diyakini berasal dari Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di ibu kota Hubei, Wuhan, di mana diperdagangkan hewan liar.

Tentang Virus Corona

Virus Corona merupakan jenis penyakit zoonosis, di mana infeksi akan menyebar dari hewan ke manusia.

Nama “Corona” diberikan kepada virus tersebut karena berdasarkan bentuk mahkotanya bila dilihat dari mikroskop elektron.

Ada sekitar enam Virus Corona yang diidentifilasi dapat mempengaruhi manusia dan menyebabkan gejala ringan hingga parah.

Keenam virus tersebut adalah alpha coronavirus (NL63 dan 229E), coronavirus beta (HKU1 dan OC43).

Dan dua lainnya, SARS-CoV (Coronavirus Sindrom Pernafasan Akut Parah) dan MERS-CoV (Coronavirus Pernafasan Timur Tengah) dikenal karena gejalanya yang mengancam jiwa.

Penyebab Penyebaran Virus Corona

Virus Corona dapat menyebar melalui cairan yang terinfeksi dan ditularkan kepada orang lain melalui batuk atau bersin.

Virus tersebut sering memengaruhi saluran pernapasan dengan cara menyebar di udara melalui tetesan yang tersebar.

Virus Corona juga dapat menyebar jika seseorang saling bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, menyentuh benda atau permukaan yang terinfeksi disertai menyentuh hidung atau mulut secara bersamaan.

Ciri – ciri Virus Corona

-Sakit tenggorokan
-Sakit kepala
-Hidung beringus
-Bersin
-Batuk
-Demam
-Kelelahan

NL63 dan 229E, HKU1 dan OC43 dapat menyebabkan gejala seperti flu yang berkisar dari ringan hingga sedang.

Sedangkan, MERS dan SARS dapat menyebabkan gejala yang sangat parah.

Hal tersebut dikarenakan dapat menyebabkan masalah pernafasan yang parah bersamaan dengan gagal ginjal, diare dan kematian pasien.

Cara Pencegahan Virus Corona

Sebaiknya lakukan pencegahan agar tidak terinfeksi virus Corona, berikut rekomendasi standar WHO, dengan cara:

– Sering-seringlah membersihkan tangan dengan menggunakan gosok atau sabun dan air berbasis alkohol;

– Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu – segera buang tisu dan cuci tangan;

– Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk;

– Jika Anda menderita demam, batuk, dan sulit bernapas, cari perawatan medis lebih awal dan bagikan riwayat perjalanan sebelumnya dengan penyedia layanan kesehatan Anda;

– Ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang saat ini mengalami kasus coronavirus baru, hindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan;

– Konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang harus dihindari.

Daging mentah, susu, atau organ hewani harus ditangani dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah, sesuai praktik keamanan pangan yang baik.

0

Sudah Tembus 900 Orang, Korban Virus Corona yang Tewas di China

JagoDominoBerita – Angka korban meninggal akibat virus corona di China lebih dari 900 orang setelah otoritas Hubei melaporkan kematian baru.

Dalam laporan harian yang disajikan Senin (10/2/2020), terdapat 97 angka kematian baru, membuat jumlahnya tercatat 908 orang.

Kemudian Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan adanya lebih dari 3.000 kasus penularan, dengan korban yang terinfeksi virus corona mencapai 40.171 orang.

Jumlah korban meninggal di China sudah melampaui 774 kasus kematian yang terjadi saat Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003 silam.

Karena itu demi pencegahan, otoritas Negeri “Panda” sudah menutup Wuhan, kota di Hubei yang menjadi lokasi awal penyebaran virus, dan kawasan sekitarnya.

Di Shanghai, pemerintah setempat menginstruksikan warganya untuk memakai masker ketika mereka berada di luar, dilaporkan AFP.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui Kepala Program Darurat Kesehatan Michael Ryan mengatakan, saat ini wabah itu berada dalam “kondisi stabil”. Ryan menjelaskan, “kestabilan” itu terjadi sebagai dampak dari upaya pemerintah China untuk menanggulangi patogen berkode 2019-nCov itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, “misi tim internasional” sudah bertolak ke China pada Minggu malam (9/2/2020).

Misi itu dipimpin Bruce Aylward.

Seorang dokter asal Kanada yang merupakan veteran dalam urusan penanganan kesehatan darurat.

Kemarahan publik

Keputusan pemerintah China untuk mengunci Wuhan maupun kota di kawasan Provinsi Hubei membuat jutaan warga terperangkap.

Seorang perempuan bermarga Wei yang tinggal di Wuhan mengungkapkan, pihak berwajib meminta mereka untuk tinggal di rumah selama mungkin.

“Namun karena tidak banyak kebutuhan pokok di toko saat kami mendatanginya, jadi kami harus sesering mungkin keluar untuk membeli,” ucapnya.

Bank sentral China menuturkan pada Senin ini, mereka akan mengucurkan pinjaman khusus 300 miliar yuan, atau Rp 585,7 triliun, agar pelaku usaha juga terlibat dalam pengendalian virus.

Wuhan Beijing sempat menuai kritikan internasional karena berusaha menutupi jumlah korban virus corona, sementara di saat bersamaan mereka juga dipuji WHO.

Dari dalam negeri, publik menyuarakan kemarahan terlebih setelah kematian Li Wenliang, seorang dokter yang memperingatkan virus corona.

Dokter itu sempat didatangi polisi karena dianggap meresahkan masyarakat karena menyuarakan peringatan akan adanya virus baru yang berbahaya.

Dia dilaporkan meninggal pada Jumat (7/2/2020), setelah dirawat karena terinfeksi virus yang berasal dari Pasar Seafood Huanan tersebut.

Akademisi China termasuk yang menyuarakan kemarahan, dengan dua surat terbuka dipampang di media sosial menghendaki adanya kebebasan bersuara.

Beijing sebenarnya sudah merespons dengan mengerahkan badan anti-korupsi untuk menyelidiki kejadian tersebut, dan berusaha meredam kemarahan publik.

Namun Ian Lipkin, profesor Columbia University yang bekerja dengan China saat wabah SARS, berkata pencegahan awal bisa membuat perbedaan.

“Virus itu sudah meresap tanpa disadari siapa pun,” katanya. Jika karantina segera diterapkan, tentu pemerintah bisa langsung mengendalikannya.