0

Manfaat Utama Garam Epsom untuk Menjaga Kesehatan Rambut

BandarOnline – Sudah mencoba berbagai jenis sampo, tapi masalah rambut tak kunjung usai? Mungkin sudah saatnya bagi Anda untuk mencoba keramas pakai garam Epsom. Selain cocok dilarutkan dengan air hangat untuk mandi, manfaat garam Epsom ini ternyata juga bisa menjadi sampo alami untuk mengatasi berbagai masalah rambut.

 

Apa saja manfaat garam Epsom untuk kesehatan rambut?

Beda dengan jenis garam lainnya, garam Epsom mengandung campuran magnesium dan sulfat, dua mineral alami yang dikristalisasi dan berbentuk seperti garam. Senyawa inilah yang membuat garam Epsom berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit, tak terkecuali pada rambut.

Beragam manfaat garam Epsom untuk rambut di antaranya:

 

1. Membuat rambut lebih tebal

Manfaat garam Epsom yang satu ini tentu sangat dicari oleh Anda yang punya masalah rambut rontok atau kebotakan. Keramas menggunakan garam Epsom dapat membantu menambah volume rambut sehingga membuat rambut Anda tampak lebih tebal dan sehat.

Sayangnya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. Namun, para ahli menduga bahwa ini ada kaitannya dengan penurunan jumlah minyak di rambut.

Dikutip dari Livestrong, situs web Surviving Hair Loss mengungkapkan bahwa kulit kepala berminyak dapat menyebabkan rambut jadi gampang rontok. Ini karena ketombe yang dihasilkan dari tumpukan minyak di kulit kepala akan menghambat siklus pertumbuhan rambut secara alami. Akibatnya, rambut jadi mudah rontok dan rapuh.

 

2. Menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut

Magnesium adalah salah satu mineral yang penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut. Ini artinya, kandungan magnesium sulfat pada garam Epsom juga dapat memberikan efek yang serupa.

Keramas menggunakan garam Epsom dapat membantu meningkatkan sirkulasi sekaligus melembapkan kulit kepala dan rambut. Menurut para ahli, area kulit yang memiliki banyak folikel rambut di dalamnya, seperti kulit kepala, cenderung lebih mudah menyerap magnesium. Walau demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan manfaat garam Epsom ini.

 

Begini cara keramas menggunakan garam Epsom

Ketimbang meneruskan kebiasaan gonta-ganti sampo demi mendapatkan rambut yang sehat dan berkilau, sebaiknya ganti dengan bahan alami yang jauh lebih ekonomis dan aman seperti garam Epsom. Cara penggunaannya berbeda-beda, tergantung dari masalah rambut yang Anda miliki.

 

1. Rambut berminyak

Bagi Anda yang memiliki masalah rambut berminyak, ada baiknya campurkan garam Epsom dengan sampo yang biasa Anda pakai supaya hasilnya lebih maksimal. Cara ini membantu menyeimbangkan kadar minyak di rambut sekaligus membuat rambut Anda tampak lebih tebal.

Langkah-langkah memanfaatkan garam Epsom untuk mengatasi rambut berminyak adalah:

  • Campurkan 2 sdm garam Epsom ke dalam sebotol sampo khusus untuk rambut berminyak. Kocok hingga garamnya larut.
  • Tuang sedikit sampo garam Epsom ke tangan, lalu gosok dan pijat kulit kepala Anda secara perlahan.
  • Bilas rambut hingga bersih.
  • Ulangi keramas satu kali lagi. Ya, sebaiknya lakukan keramas sebanyak dua kali. Keramas yang pertama berfungsi untuk menghilangkan sel kulit mati dan minyak di kepala, sedangkan yang kedua bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan magnesium ke dalam kulit kepala.
  • Bilas lagi hingga bersih, lalu keringkan.

Cukup lakukan cara ini sesekali untuk menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut. Terlalu sering keramas dengan sampo garam Epsom justru dapat membuat rambut jadi kering.

 

2. Rambut kering dan rapuh

Beda dengan sebelumnya, orang yang punya masalah rambut kering dan rapuh tidak dianjurkan untuk keramas dengan campuran garam Epsom dan sampo. Pasalnya, cara ini justru dapat membuat rambut Anda semakin kering dan rusak.

Sebagai solusinya, Anda dapat mencampurkan garam Epsom dengan kondisioner untuk menyeimbangkan kadar minyak di kulit kepala. Ini juga dapat meningkatkan volume rambut sehingga membuat rambut tampak lebih tebal.

Berikut ini cara memanfaatkan garam Epsom untuk mengatasi rambut kering.

  • Campurkan garam Epsom dan kondisioner di dalam mangkuk dengan perbandingan 1:1.
  • Panaskan kondisioner garam Epsom di dalam microwave selama 30 detik, lalu aduk hingga rata. Ambil sedikit kondisioner dan pastikan tidak terlalu panas atau dingin.
  • Cuci rambut Anda seperti biasa dengan menggunakan kondisioner garam Epsom. Gosokkan secara perlahan dan lebih lama supaya kandungan magnesiumnya terserap sempurna ke kulit kepala hingga ke akar rambut.
  • Biarkan selama 20 menit, lalu bilas hingga bersih.

Sama seperti sebelumnya, lakukan cara ini hanya sesekali dan tidak terlalu sering. Bukannya membuat rambut jadi sehat, keseringan keramas pakai kondisioner garam Epsom malah dapat memperparah rambut kering Anda.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Tips Agar Tidak Ketularan Sakit Habis Jenguk ke Rumah Sakit

BandarOnline – Anda berencana menjenguk saudara atau kerabat yang sedang rawat inap di rumah sakit karena penyakit menular? Tunggu dulu. Selain menyiapkan bingkisan buah untuk si pasien, Anda juga harus menyiapkan diri sendiri agar tidak ikut ketularan sakit habis jenguk dari rumah sakit. Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mencegah ketularan sakit habis menjenguk pasien. Kehati-hatian Anda juga dapat bantu mempercepat masa pemulihan pasien. Apa saja yang harus dilakukan?

 

Cara mencegah ketularan sakit habis menjenguk pasien di rumah sakit

Penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan kuman, bisa didapat dari mana saja, tak terkecuali dari rumah sakit. Maka, perhatikan aturan-aturan berikut untuk mencegah Anda ikut ketularan sakit habis menjenguk pasien di rumah sakit.

 

1. Cuci tangan

Setiap pengunjung, juga pasiennya, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sehabis berinteraksi. Bisa juga dengan pakai cairan antiseptik yang disediakan di rumah sakit atau cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 60 persen.

Cuci tangan adalah hal paling dasar yang wajib dilakukan untuk mencegah ketularan sakit habis menjenguk ke rumah sakit.

 

2. Jangan menyentuh wajah

Manusia tanpa sadar sering menyentuh wajahnya minimal 5 sampai 10 kali dalam satu jam. Nah ketika di rumah sakit, sebaiknya Anda hindari memegang wajah terlebih dahulu sampai selesai menjenguk.

Bakteri, virus, atau kuman penyebab penyakit mungkin saja hinggap di gagang pintu atau besi pegangan ranjang rumah sakit. Menyentuh benda-benda ini dan kemudian menyentuh wajah bisa membuat kuman berpindah ke tubuh Anda, meski sebelumnya sudah cuci tangan. Kuman bisa masik lewat mulut, hidung, atau bahkan mata.

 

3. Vaksin

Pasien yang diwajibkan rawat inap biasanya memiliki kondisi atau penyakit yang membutuhkan perawatan intensif.  Sebagian ada juga yang disebabkan karena kekebalan tubuhnya lemah sehingga tidak bisa melawan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Maka dari itu, para penjenguk sebaiknya membentengi diri mereka dahulu dengan beberapa vaksin dasar seperti vaksin influenza dan hepatitis contohnya.

Vaksin bisa mencegah Anda ikut ketularan sakit saat dan habis selesai menjenguk ke rumah sakit. Hal ini umumnya sudah dilakukan terlebih dahulu oleh dokter dan perawat yang setiap hari menangani pasien agar tidak berisiko tertular.

 

4. Jangan pergi jika sedang sakit

Hindari menjenguk ke rumah sakit jika diri Anda sendiri juga sedang tidak sehat. Jangan berkunjung ke rumah sakit dulu bahkan jika Anda sekadar sedang flu, pilek dan batuk, atau demam ringan.

Selain mencegah diri sendiri ketularan, Anda juga membantu mencegah sakit pasien jadi bertambah parah. Tubuh Anda dan pasien sedang sama-sama sedang rentan karena penyakit. Maka untuk mencegah kedua kondisi semakin parah, tidak disarankan bertemu dulu sampai keduanya sehat.

 

5. Jangan makan makanan pasien

Biar tidak mubazir, biasanya makanan pasien yang tersisa akan dimakan oleh pengunjung. Namun untuk mencegah diri sendiri jadi ketularan sakit habis menjenguk, jangan lakukan hal tersebut.

Sendok, garpu, piring, serta nampan yang telah digunakan pasien jangan Anda gunakan atau sentuh terlalu sering. Apalagi jika Anda makan makanan pasien menggunakan peralatan makan yang sama.

Selain bisa menjadi cara perpindahan penyakit dari pasien ke tubuh Anda, makan makanan rumah sakit bisa membuat pasien jadi tidak mendapatkan nutrisi cukup. Seharusnya Anda sebagai orang yang menjenguk lebih baik menyarankan pasien untuk menghabiskan semua makanannya agar pasien cepat pulih.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

5 Tips Jitu Menghilangkan Ngantuk Saat Kerja

BandarOnline – Kesibukan membuat banyak orang tidak bisa mencukupi kebutuhan tidur di malam hari. Akibatnya, rasa kantuk menyerang saat bekerja sehingga menurunkan produktivitas Anda. Tidak perlu risau. Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan ngantuk saat jam kerja.

Cara menghilangkan ngantuk saat kerja

Tak sedikit yang mengorbankan jam tidur demi memenuhi tuntutan pekerjaan. Padahal, jam istirahat yang kurang menyebabkan rasa kantuk muncul saat Anda bekerja.

Agar tidak berdampak pada produktivitas kerja, berikut adalah cara yang dapat Anda coba untuk menghilangkan ngantuk saat kerja:

 

1. Tidur siang sejenak

Tidur siang sejenak atau power nap menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa ngantuk yang menyerang ketika jam kerja.

Tidur siang bermanfaat membuat tubuh rileks dengan cepat dan lebih dalam. Anda dapat melakukannya sambil duduk, atau berbaring jika memungkinkan. Cobalah lakukan kegiatan ini pada pukul 2 siang.

Durasi tidur siang yang ideal adalah selama 15-20 menit. Kurang dari rentang tersebut, tubuh Anda tidak akan memperoleh manfaatnya.

Sementara tidur siang selama lebih dari 20 menit malah dapat membuat Anda lesu dan mengantuk.

 

2. Bergerak

Bergerak adalah cara efektif untuk menghilangkan ngantuk saat kerja sekaligus membuat tubuh Anda selalu bugar. Saat mengantuk, cobalah beranjak dari tempat duduk dan berjalanlah mengitari lingkungan kantor selama 10 menit.

Berjalan kaki akan memicu jantung memompa lebih banyak darah kaya oksigen menuju pembuluh darah, otak, dan otot. Pasokan oksigen bermanfaat untuk menjaga otak tetap aktif dan waspada sehingga rasa kantuk pun menghilang.

 

3. Mengonsumsi camilan menyehatkan

Kopi dan makanan manis sering dijadikan camilan untuk mengusir kantuk saat bekerja. Kafein pada kopi memang mampu menahan kantuk, tapi efeknya justru menurunkan kualitas tidur. Sementara gula pada makanan manis membuat tubuh Anda cepat lelah.

Cara lain yang cukup efektif untuk menghilangkan ngantuk saat kerja adalah dengan mengonsumsi camilan menyehatkan.

 

4. Melakukan teknik pernapasan

Teknik pernapasan bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan aliran darah. Semua hal ini akan meningkatkan energi dan performa bekerja Anda.

 

 

5. Meningkatkan kualitas tidur

Ini merupakan cara terpenting agar Anda tidak mengantuk saat bekerja. Sedapat mungkin, batasi aktivitas pada malam hari dan hindari gangguan dari ponsel, TV, atau laptop.

Dengan begitu, Anda dapat mencukupi kebutuhan tidur malam selama 7 jam.

Waktu tidur dan bangun di pagi hari juga tidak kalah penting. Usahakan agar Anda selalu tidur dan bangun pada pukul yang sama. Hal ini bermanfaat agar tubuh memiliki jam biologis yang teratur sehingga Anda tidak mudah mengantuk.

Rasa kantuk saat bekerja dapat memengaruhi konsentrasi, fokus, hingga produktivitas Anda. Untungnya, beragam tips di atas bisa membantu Anda menghalau serangan kantuk saat bekerja.

Meski demikian, cara paling efektif agar Anda tidak lagi mengantuk saat bekerja tetaplah dengan mencukupi kebutuhan istirahat pada malam hari. Cobalah menambah jam tidur sedikit demi sedikit hingga kebutuhan istirahat Anda terpenuhi.

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU

0

Panduan Memilih Makanan yang Tepat untuk Penderita Maag

BandarOnline – Sakit maag yang sering kambuh tentu sangat mengganggu aktivitas. Ditambah lagi, Anda harus lebih ketat menyeleksi makanan Anda sehari-hari agar gejalanya tidak makin parah. Berikut informasi lengkap seputar rekomendasi dan pantangan makanan untuk orang-orang yang punya sakit maag.

Panduan pola makan untuk orang yang punya sakit maag

Pada prinsipnya, pemilihan makanan untuk sakit maag bertujuan untuk meringankan beban kerja saluran pencernaan dan membantu menetralisir kelebihan asam lambung. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan saat maag kambuh?

 

1. Konsumsi makanan lunak

Sambil terus memenuhi asupan cairan, Anda hanya boleh mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak dan lembut. Hal ini untuk memudahkan lambung mencerna makanan, sehingga tidak terlalu memperberat kerja sistem percernaan.

Makanan lunak yang baik untuk dikonsumsi di antaranya bubur, nasi tim, sayuran yang dimasak hingga lembut, kentang rebus atau tumbuk, telur rebus atau telur orak-arik, dan ikan.

 

2. Hindari makanan berlemak

Sebagai penderita sakit maag, Anda perlu menghindari konsumsi makanan berlemak untuk meringankan beban kerja perut Anda.

Makanan tinggi lemak, seperti mentega, susu, keripik, burger, atau gorengan merupakan makanan yang sulit dicerna dan merangsang otot saluran pencernaan menegang karena bekerja terlalu keras. Akibatnya, proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan (heartburn). Makanan berlemak juga dapat memicu atau memperburuk gejala sembelit.

Selain itu, makanan tinggi lemak juga dapat membuat warna feses memucat, yang menandakan lemak berlebih pada kotoran. Gantilah dengan makan daging dan ikan tanpa lemak, minum susu skim, dan makanan yang dipanggang daripada memilih makanan yang digoreng.

 

3. Hindari makanan pedas

Jika sakit maag Anda sedang kambuh, hindari makan makanan pedas. Terutama jika Anda juga mengalami mual, muntah, dan diare.

Dilansir dari laman Health, Tim McCashland, MD, seorang spesialis pencernaan dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, makanan pedas dapat mengiritasi kerongkongan dan usus besar, hingga bahkan memperparah gejala maag kronis.

Hindari juga konsumsi rempah-rempah, termasuk bawang putih atau bawang merah yang juga bisa membuat perut Anda semakin sensitif.

 

4. Hindari minuman berkafein dan soda

Saat maag kambuh, Anda wajib menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, juga minuman bersoda. Pasalnya, minuman ini cenderung menimbulkan gas yang bisa menyebabkan perut kram dan diare. Selain itu, minuman berkafein bisa memperburuk keparahan gejala refluks asam lambung (GERD)

Jadi, pilihlah minuman yang tidak bersoda dan tidak mengandung kafein, seperti teh herbal, susu, atau air putih. Atau jika Anda penggemar teh atau kopi dan sulit untuk menahannya, batasi asupannya sekitar satu atau dua gelas sehari.

 

5. Hindari minum susu

Kalsium merupakan salah satu zat esensial yang diperlukan dalam tubuh, umumnya didapatkan dari susu atau keju. Namun, untuk orang dengan intoleransi laktosa, konsumsi produk berbahan dasar susu dapat menyebabkan diare, perut kembung dan kram.

Susu merupakan kelompok makanan yang sulit dicerna karena adanya kandungan laktosa. Bila laktosa tidak dicerna dengan benar, hal ini dapat menyebabkan perut kembung.

 

6. Konsumsi yogurt

Bakteri baik probiotik yang ada di dalam usus terbukti memiliki segudang manfaat untuk kesehatan pencernaan, salah satunya adalah membantu meringankan iritasi usus besar dan diare. Karena itulah, Anda bisa mengonsumsi probiotik dari suplemen atau dengan makan yoghurt. Untuk hasil yang maksimal, konsumsi yoghurt setiap hari ketika sakit maag Anda kambuh sampai empat minggu setelahnya.

 

 

Keyword : AGEN DOMINO | DOMINO ONLINE | BANDAR KIU